Breaking News

Author Archive

Prosedur Bebas Pustaka

PROSEDUR ADMINISTRASI BEBAS PUSTAKA

Mahasiswa yang akan menempuh tahapan akhir proses akademik diharuskan memiliki surat keterangan bebas pustaka dan bukti penyerahan karya akhir dari perpustakaan.

Untuk Pembuatan Surat Keterangan Bebas Pustaka hal hal yang harus dilakukan adalah :

  1. mahasiswa harus menyelesaikan seluruh kewajiban atas pinjaman ataupun hal-hal lain terkait masalah administrasi di perpustakaan.
  2. melalui petugas perpustakaan, mahasiswa akan mendapat surat tersebut saat itu juga apabila hal di atas sudah diselesaiakan.

Untuk Bukti Penyerahan Karya Akhir hal-hal yang harus dilakukan adalah:

  1. menyerahkan hasil karya akhir dalam bentuk digital dengan format sebagai berikut
  2. Softcopydalam format PDF, sudah di-bookmarklihat contoh
  3. Halaman Pengesahan telah ditandatangani oleh pejabat berwenang dan juga telah dibubuhkan stempel,
  4. Halaman Pernyataan telah ditandatangani penulis,
  5. CD diberi box dengan format sampul lihat : http://digilib.fib.ugm.ac.id/files/view/b5cddb15a90df59793dbe797e9a2765c.pdf.php#/0
  6. File naskah lengkap dan file terpisah untuk halaman judul, daftar isi, abstrak, pendahuluan, kesimpulan dan daftar pustaka. Selengkapnya lihat
  7. File tidak diberi password
  8. apabila karya akhir belum bisa diserahakan, mahasiswa harus membuat pernyataan
  9. apabila hal di atas sudah bisa dipenuhi maka mahasiswa berhak untuk mendapat surat tersebut saat itu juga

Peraturan Pengunjung

PERATURAN

  1. Pengunjung perpustakaan harus menitipkan tas (atau barang yang berfungsi seperti tas), jaket, buku yang bukan koleksi perpustakaan FIB di tempat penitipan tas
  2. Pengunjung dari luar UGM harus membuat kartu kunjung dengan menyerahkan pas foto 3×4 sebanyak 1 lembar dan mengisi buku identitas pengunjung
  3. Pengunjung harus mengisi sarana presensi berupa elektronis maupun buku yang tersedia
  4. Pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam ruangan koleksi tanpa seijin petugas
  5. Pengunjung dilarang membawa keluar koleksi diluar prosedur peminjaman
  6. Pengguna yang meminjam koleksi harus mengembalikan sesuai peraturan peminjaman, dan membawa keluar koleksi tanpa ijin petugas akan dikenakan peraturan pidana pencurian
  7. Barang berharga dilarang dititipkan ke tempat penitipan sehingga menjadi tanggung jawab pemilik
  8. Pemilik kartu mahasiswa tidak boleh meminjamkan kartunya kepada orang lain
  9. Pemilik kartu bertanggung jawab penuh atas penggunaan kartu mahasiswa di perpustakaan
  10. Pengunjung dilarang melakukan aktivitas yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan pengunjung lain

Anggota dan Akses Koleksi

PROSEDUR PEMINJAMAN DAN AKSES KOLEKSI

Civitas FIB UGM dan Non FIB  yang sudah termasuk dalam layanan perpustakaan antar fakultas harus melakukan aktivasi kartu untuk dapat meminjam koleksi buku. Syarat aktivasi kartu adalah :

  1. Menunjukkan KTM yang masih berlaku
  2. Menunjukkan KRS yang terbaru
  3. Mengisi formulir
  4. Menyerahkan pas foto terbaru 3×4 sebanyak satu lembar

Setelah kartu mahasiswanya  diaktifkan pengguna dapat melakukan peminjaman saat itu juga. Pengguna cukup menuliskan identitasnya ke dalam lembaran dan kartu peminjaman di dalam buku dan diserahkan kepada petugas untuk dilakukan proses administrasi peminjaman.

Untuk civitas FIB dapat meminjam 3 eksemplar buku selama 2 minggu, sedangkan untuk civitas non FIB hanya dapat meminjam 1 eksemplar selama 3 hari. Apabila terlambat mengembalikan pinjaman buku akan dikenai denda Rp 1000,- setiap hari setiap eksemplar.

Bagi pengunjung dari luar  UGM untuk dapat masuk ke ruangan koleksi perpustakaan harus memiliki kartu kunjungan baca. Untuk memperoleh kartu tersebut syaratnya adalah:

  1. Menunjukkan kartu identitas yang sah dan masih berlaku
  2. Mengisi formulir dan buku identitas pengunjung

 

Jam Pelayanan

Selama bulan Ramadhan, Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya UGM mengalami perubahan jam buka pelayanan  sebagai berikut :

Hari senin s.d kamis     :  07.30 s.d  14.30 w.i.b

Hari jumat                    :  07.30 s.d  15.00 w.i.b

selama ujian  ( tgl. 29 Juni  s.d  10 Mei  2017) jam buka hari Senin s.d Kamis hingga pukul 17.00.w.i.b.

Hari Sabtu tutup kecuali  tanggal 3 dan 10 Juni 2017 perpustakaan buka seperti biasa.

Diskursus dan Metode: Mencari kebenaran dalam ilmu-ilmu Pengetahuan

rene descartes“Cogito ergo sum, aku berpikir, karena itu aku ada.” Kalimat populer ini diucapkan oleh Rene Descartes, ahli filsafat (filsuf), dan ahli matematika asal Prancis. Dikenal sebagai bapak filsafat modern dan bapak matematika modern. Hidupnya diabdikan untuk pengembangan ilmu filsafat dan matematika, sehingga corak berfikirnya bertumpu pada rasionalitas. Karenanya, ia menjadi salah satu pemikir paling penting dan paling berpengaruh dalam sejarah barat modern. Dari ide-ide segarnya, lahirlah revolusi pemikiran di Eropa pada abad ke-17 dan ke-18.
Buku berjudul “Diskursus dan Metode” ini buku pokok atau buku babon ihwal pemikirannya yang pernah mengguncangkan Eropa. Buku yang masih menjadi ajaran utama di tengah alam pemikiran manusia modern ini mengajarkan kepada manusia bahwa hidup yang benar adalah hidup yang didasarkan pada kaidah / metode pengetahuan.
Inti metode Descartes adalah keraguan yang mendasar. Dia meragukan segala sesuatu yang dapat diragukan-semua pengetahuan tradisional, kesan indrawinya, dan bahkan juga kenyataan bahwa dia mempunyai tubuh sekalipun-hingga dia mencapai satu hal yang tidak dapat diragukan, keberadaan dirinya sebagai pemikir. Oleh karena itu, dia sampai pada pertanyaan yang terkenal Cogito ergo sum. Sehingga dalam berhubungan dengan realita, Descartes mencoba untuk meragukan segala apa yang diterima oleh inderanya dan dia berusaha untuk menguak realitas dengan menggunakan akalnya. Karena menurutnya hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akal yang dapat disebut sebagai pengetahuan yang ilmiah. Dan kebenaran yang diperoleh melalui indera mempunyai tingikat kesalahan yang lebih tinggi. Dalam membangun filsafatnya Descartes membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai patokan dalam menentukan kebenaran dan keluar dari keraguan yang ada. Adapun persoalan-persoalan yang dilontarkan oleh Descartes untuk membangun filsafat baru antara lain: Apakah kita bisa menggapai suatu pengetahuan yang benar? Metode apa yang digunakan mencapai pengetahuan pertama? Bagaimana meraih pengetahuan-pengetahuan selanjutnya? Apa tolok ukur kebenaran pengetahuan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Descartes menawarkan metode-metode untuk menjawabnya. Yang mana metode-metode tersebut harus dipegang untuk sampai pada pengetahuan yang benar: Seorang filosuf harus hanya menerima suatu pengetahuan yang terang dan jelas. Atau jika masalah itu masih berupa pernyataan: maka pernyataan tersebut harus diurai menjadi pernyataan-pernyataan yang sederhana. Metode yang kedua ini disebut sebagai pola analisis. Jika kita menemukan suatu gagasan sederhana yang kita anggap Clear and Distinct, kita harus merangkainya untuk menemukan kemungkinan luas dari gagasan tersebut. Metode yang ketiga ini disebut dengan pola kerja sintesa atau perangkaian. Pada metode yang keempat dilakukan pemeriksaan kembali terhadap pengetahuan yang telah diperoleh, agar dapat dibuktikan secara pasti bahwa pengetahuan tersebut adalah pengetahuan yang Clear and Distinct yang benar-benar tak memuat satu keraguan pun. Metode yang keempat ini disebut dengan verifikasi. Jadi dengan keempat metode tersebut Descartes mengungkap kebenaran dan membangun filsafatnya untuk keluar dari keraguan bersyarat yang diperoleh dari pengalaman inderawinya. Tentu saja, metode ini ini tidaklah sempurna, masih banyak kekurangannya. Tetapi sebagai sebuah ijtihad pemikiran, tentu kita mesti mengapresiasi Descartes.

(Majalah Bangkit) Judul Buku : Diskursus dan Metode Penulis : Rene Descartes Penerbit : Ircisod Cetakan : 1, Januari 2015 Tebal : 132 halaman

Contoh copas: htt*://belajar-resensibuku.blogspot.co.id-2015-10-aku-berpikir-karena-itu-aku-ada.html